Kamis, 10 Agustus 2017

3 Virus Terkenal Beserta Efek yang Ditimbulkannya

Hasil gambar untuk ransomware

1. Ransomeware WannaCry (Wanna Decryptor) - 2017
            Siapa yang tidak tahu wabah virus WannaCry ini. Virus ini menyerang dunia cyber mulai pada May 2017 dalam satu hari dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 230.000 komputer di lebih dari 150 negara.
Ransomware adalah bentuk malware yang menyerang sistem komputer dengan mengunci dengan cara mengenkripsi seluruh file, membuat file tersebut tidak dapat dibuka atau digunakan kecuali pengguna memperoleh kunci deskripsi dari pemilik virus yang meminta sejumlah uang tebusan.
Komputer biasanya terinfeksi saat pengguna membuka tautan atau lampiran email dari pesan email berbahaya. Dikenal sebagai email phishing, pesan sering dikirim dari akun email yang disamarkan. Tujuannya, agar terlihat seperti berasal dari entitas yang dikenal atau dapat dipercaya. Hacker juga dapat menanam malware di situs web.
Pengguna mungkin tidak langsung sadar bahwa komputer telah terinfeksi. Beberapa jenis ransomware menunjukkan “layar kunci” yang memberitahukan pengguna bahwa file mereka telah dienkripsi. Lock Screen tersebut menuntut pembayaran untuk membuka kunci file.
Meskipun demikan, instansi penegak hukum menyarankan agar tidak membayarkan uang tebusan. Mereka mengatakan bahwa pembayaran mendorong hacker kriminal. Ditegaskan pula bahwa tidak ada jaminan setelah pembayaran akses ke file akan dipulihkan.
Oleh karena itu, berhati-hatilah sebelum mengklik link email dari sumber yang tidak diketahui. 
2. Ransomeware Petya - 2016
            Petya merupakan malware pertama kali ditemukan pada tahun 2016 yang menargetkan OS Microsoft Windows Variasi Petya pertama kali terlihat pada bulan Maret 2016, yang disebarkan melalui lampiran e-mail yang terinfeksi . Pada bulan Juni 2017, varian baru Petya digunakan untuk serangan cyber global , terutama yang menargetkan Ukraina . Varian baru ini menyebar melalui eksploitasi EternalBlue , yang umumnya diyakini telah dikembangkan oleh AS . National Security Agency (NSA), dan digunakan awal tahun ini oleh ransomware WannaCry . Kaspersky Lab menyebut versi baru ini sebagai NotPetya untuk membedakannya dari varian 2016, karena perbedaan dalam operasi ini. Selain itu, meski memang dimaksudkan sebagai ransomware.
Petya mengunci komputer dengan enkripsi dua lapis. Enkripsi pertama mengunci file sasaran secara indvidual. Enkripsi kedua mengunci struktur partition table NTFS di harddisk sehingga komputer tidak bisa masuk ke sistem operasi.
Virus Petya juga menjalankan instruksi khusus yang memaksasistem crash dan reboot sehingga komputer tidak bisa dipakai, sampai korban membayar tebusan senilai 300 dollar AS yang diminta. 
3. Blackshades
Blackshades menginfeksi sistem komputer dengan mendownload ke komputer korban saat korban mengakses halaman web berbahaya (kadang-kadang men-download ke komputer korban tanpa sepengetahuan korban, yang dikenal sebagai download drive-by ) atau melalui perangkat penyimpanan eksternal , seperti USB flash drive . [4]Blackshades juga menyertakan alat bantu yang membantu peretas dalam memaksimalkan jumlah sistem komputer yang terinfeksi, seperti alat yang mengirimkan tautan yang terinfeksi yang menyamar sebagai situs yang tidak berbahaya bagi calon korban lainnya melalui layanan jejaring sosial korban .
Blackshades dilaporkan bisa digunakan dari jarak jauh untuk mengakses komputer yang terinfeksi tanpa otorisasi. Blackshades memungkinkan hacker melakukan banyak tindakan pada komputer yang terinfeksi dari jarak jauh tanpa otorisasi, termasuk kemampuan untuk: 
Akses dan modifikasi file di komputer korban.
Log keystrokes pada komputer korban.
Akses ke webcam korban.
Sertakan komputer korban di botnet , yang memungkinkan penyerang melakukan serangan denial-of-service dengan komputer korban, dan biasanya bersamaan dengan komputer lain yang terinfeksi.
Download dan jalankan file di komputer korban.
Gunakan komputer korban sebagai server proxy .
Blackshades dikabarkan bisa digunakan oleh hacker komputer dengan sedikit pengalaman atau oleh script kiddies , hacker yang menggunakan program yang dikembangkan oleh orang lain untuk menyerang sistem komputer.
Blackshades juga bisa bertindak sebagai ransomware . Hacker yang menggunakan Blackshades dapat membatasi akses ke komputer korban dan meminta uang tebusan yang dibayarkan ke hacker agar pembatasannya dicabut.
Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/WannaCry_ransomware_attack

Selasa, 01 Agustus 2017

Ancaman dan Serangan Dalam Jaringan Komputer



KEMUNGKINAN ANCAMAN DAN SERANGAN TERHADAP KEAMANAN JARINGAN
           Saat kita saling terhubung dalam suatu jaringan baik jaringan kecil maupun besar, pasti terdapat ancaman ataupun seranagan yang bisa terjadi. Sehingga kita diharuskan untuk lebih berhati- hati saat berkomunikasi menggunakan jaringan. Diantara ancaman atau serangan yang bisa terjadi darikeamanan jaringan adalah :
Ø SERANGAN FISIK TERHADAP KEAMANAN JARINGAN
           Kebanyakan orang beranggapan bahwa serangan terhadap keamanan jaringan cenderung pada non-hardwarenya saja, tetapi sebenarnya serangan tersebut bisa terjadi pada hardware itu sendiri. Sebagai contoh saat jaringan kita dihack oleh orang lain, maka software baik data, file ataupun aplikasi akan rusak yang bisa juga menyebabkan hardware kita tidak bekerja secara normal, sehinggan hardware kita akan mengalami kerusakan.
Serangan fisik terhadap keamanan jaringan dapat menyebabkan beberapa kerugian, diantaranya :
  1. Terjadi gangguan pada Kabel
  2. Kerusakan Harddisk
  3. Konsleting
  4. Data tak tersalur dengan baik
  5. Koneksi tak terdeteksi
  6. Akses bukan pengguna
Ø SERANGAN LOGIC TERHADAP KEAMANAN JARINGAN
           Serangan logic pada keamanan jaringan adalah hal yang paling rawan terjadi, sehingga kita harus lebih memperhatikan lagi security dalam jaringan kita. Diantara serangan yang bisa terjadi adalah :
  1. SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem
  2. DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem.
  3. Traffic Flooding adalah Serangan pada keamanan jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.
  4. Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.
  5. Deface adalah Serangan pada perubahan tampilan
  6. Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.
  7. Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse.
  8. Packet Sniffer adalah Serangan menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.

Sabtu, 29 Juli 2017

Keamanan Jaringan

               
Keamanan Jaringan adalah bentuk Pencegahan atau Deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.
Kebijakan Penggunaan Jaringan:
  • Kebijakan organisasi
               
Kebijakan Organisasi, Instansi atau lembaga dalam ruang lingkup Keamanan Jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut.
Contoh:
  • Tata kelola sistem komputer
  • Pengaturan kerapian pengkabelan
  • Pengaturan akses wi-fi
  • Manajemen data organisasi
  • Sinkronisasi antar sub-organ
  • Manajemen Sumber Daya
  • Maintenance & Checking berkala

  • Etika menggunakan jaringan komputer
  • Memahami Akses Pengguna
  • Memahami kualitas daya Organisasi
  • Pengaturan penempatan sub-organ

  • Kebijakan mengakses computer
  • Manajemen pengguna
  • Manajemen sistem komputer
  • Penetapan waktu akses

Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan:
  • Serangan fisik terhadap Keamanan Jaringan:
  • Terjadi gangguan pada Kabel
  • Kerusakan Harddisk
  • Konsleting
  • Data tak tersalur dengan baik
  • Koneksi tak terdeteksi
  • Akses bukan pengguna
  • Serangan logik terhadap Keamanan Jaringan
  • SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem.
  • DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem.
  • Traffic Flooding adalah  Serangan pada Keamanan Jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.
  • Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.
  • Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan
  • Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.
  • Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse. Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen. Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif.Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan scipt perintah yang membuat sistem rentan gangguan.
  • Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.
  • Peralatan pemantau kemungkinan ancaman dan serangan terhadap Keamanan Jaringan